Kadang Hidup Ini Butuh "Bodo Amat"



-Ar Dante-

“Nasib hidupmu saat ini mungkin saja bukan pilihanmu, tidak sesuai keinginanmu. Tapi bagaimanapun kondisi hidupmu saat ini, itu adalah tanggung jawabmu. Hidupmu adalah milikmu yang harus kamu perjuangkan. Jika kamu saja tidak peduli dengan hidupmu, apalagi orang lain. Hidup ini egois, pikirkan nasibmu dan berjuanglah” -Ar Dante- (2021)

Hidup ini tidak adil, dan banyak di antara kita yang menggerutu karena kondisi hidup tidak memihak diri dan mempersulit langkah kaki. Tapi meratapi nasib hidup takkan memberikan dampak apa-apa, selain menambah stres dan beban hidup. Hidup ini tidak adil? Terus kamu mau apa? Menggerutu? Mengutuk? Atau berupaya memperbaiki nasibmu?

Kadang hidup memang bukan pilihan, tapi cara menjalani hidup ini adalah pilihan. Kita dihadapkan pada keputusan-keputusan dalam hidup. Bahkan tak melakukan apa-apa adalah sebuah pilihan. Pilihan bagi orang-orang yang kalah tepatnya.

Aku pernah mendengar pesan seseorang, bahwa berjuang bukan soal kalah dan menang. Tapi soal harga diri, selama kamu masih berjuang, melawan. Selama itu pula kamu masih punya harga diri. Namun saat kamu menyerah? Semuanya selesai, dan saat kamu berhenti berjuang, kamu telah benar-benar kalah.

Manusia adalah makhluk sosial, dimana keberadaan orang lain sangat penting adanya. Kadang kala hadirnya orang lain membuat kita tetap terkontrol untuk berada di jalur yang sesuai dengan norma dan nilai-nilai hidup yang berlaku. Namun saat yang bersamaan, keberadaan orang lain bisa menjadi hambatan kita untuk berkembang.

Di luar sana banyak mulut-mulut yang terus mengomentari apapun yang kamu lakukan. Di luar sana begitu banyak orang yang mencibir pilihan-pilihan hidupmu. Dan sebuah tindakan bodoh ketika kita terlalu peduli terhadap komentar orang lain terhadap jalan hidup kita. Ya memang perlu mendengarkan pendapat orang lain, mungkin saja kita memang salah jalan. Tapi tidak semua pendapat orang harus didengarkan. Karena dari sekian banyak yang memberi komentar terhadap dirimu. Hanya sedikit yang benar-benar peduli, hanya segelintir yang benar-benar ingin melihatmu berkembang.

Kebanyakan orang ketika mengomentari tindakanmu bukan bertujuan untuk membenarkan langkahmu. Melainkan untuk menjatuhkan semangatmu, melihatmu berhenti dan membuatmu terpuruk. Omongan orang lain layaknya penjara bagi kebebasanmu. Semakin banyak kita terjebak dan peduli pada perkataan orang lain. Semakin sempit pula gerak kebebasan kita.

Kamu adalah pemeran utama dalam hidupmu, lalu mengapa membiarkan orang lain mendikte setiap keputusanmu. Mengapa membiarkan orang lain mengacak-ngacak rencanamu dengan mendengarkan komentar orang banyak. Hidupmu adalah milikmu dan kamu bertanggung jawab atasnya.

Gagal itu normal, yang gak normal itu adalah gagal karena tidak melakukan apapun. Sebab diam saja adalah bentuk kegagalan. Dan yang paling pedih lagi adalah ketika kamu tidak berani mencoba hal-hal baru karena takut akan komentar negatif orang lain terhadapmu. Ada banyak pasang mata yang terus kepo pada hidupmu. Ada banyak mulut yang ingin terus mengoceh pada setiap tindakanmu. Dan hal paling bijak yang bisa kita lakukan adalah berhenti terlalu peduli. Karena kadang hidup ini butuh “bodo amat”.

0 Komentar