Gambar. www.deviantart.com
Ahmad Rais Habib
Aku tahu betapa bodohnya diriku,
menghabiskan hari-hari ku dalam
kesia-siaan menanti cintamu.
Menanti segenap kasihmu yang telah lama
kau berikan kepada orang lain.
Aku tak mengerti mengapa perasaan di
dadaku ini,
membuat logikaku tiada berarti.
Aku tak sanggup menanggung rindu ini
sendirian,
sebab itulah kubercandu dalam puisi
sebagai pelarian.
Mungkin suatu saat engkau akan
mengerti,
bagaimana rasanya menjadi bodoh karena
cinta.
Berharap pada hati yang telah dimiliki
oleh orang lain.
Engkau takkan tahu rasanya,
memaki diri sendiri karena tak tahu
lagi caranya,
mencintai seseorang selain dirimu.
(*musikalisasi puisinya ada di bawah)

0 Komentar